Akhirnya Hari "itu" Terlewati Sudah

By inggar ayang sari - 16.43

From this moment, life has begun,
From this moment, you are the one,
Right beside you is where I belong,
From this moment on.

(Bacanya sambil nyanyi ........)


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bpk: Kakak beneran udh siap nikah?
Me: Insyaallah, memang kenapa?
Bpk: Bpk ga mau nikahin km klo karena km disuruh org lain untuk cepet-cepet nikah. Ngeliat si A udh nikah. Diteken sana-sani. Km mau nikah, memang karena keinginan km. Klo km mau nikah karena org lain, Bpk bakalan marahin org itu.

Inget banget itu yg diomongin Bpk waktu minta izin buat nikah. Padahal waktu itu umur udh mau masuk 24 thn. Udh gak muda lagi buat izin mau nikah. Tp tetep ya, namanya orgtua selalu khawatir & ngerasa anaknya masih kecil terus.


Bpk. Bambang (Bapaknya Inggar) sama Adiknya. Beberapa menit setelah nikahin gue. Terlihat lusuh, karena menurut info sebelum akad dia di pojokan aja sendirian.

Semenjak alm. Ibu meninggal, Bpk jadi penanggung jawab terbesar di hidup gue. Dia yg dulu cuek bgt sama anaknya jd lbh aware & perhatian. Sebenernya setiap tahun Mas Suami ngajakin mau nikah. Tp inggar nya belum mau. Karena masih banyak target yg harus capai waktu itu. Selain itu, klo lg nanya iseng tipis-tipis ke Bpk kalau gue mau nikah gimana? Dia blg, "nanti ajalah Kak. Bapak masih mau sama km, sama ade sama-sama."



Ade Dimas, Mas Suami, Inggar & cinta pertama di hidupnya (Bpk. Bambang)


Satu fase terberat sudah terlewati. Setelah dengan proses yang panjang untuk minta izin buat nikah. 

Di prosesi lamarana, Bpk akhirnya nangis di depan orang banyak buat bilang "Saya restuin anak Saya, Rahman nikahin". Alhamdulillah semuanya sudah berjalan lancar.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar